Selasa, 16 September 2008

Laena Tours and Travel Terus Menggurita

Berawal dari agen perjalanan untuk pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) keluar negeri,Laena Tours & Travel terus menggurita. Kini perusahaan menawarkan peluang kerja samadengan pola waralaba. Agus Wijaya dan Sukatna

Ketekunan dan kerja keras pada akhrinya berbuah manis. Itu yang dilakoni HM Idris. Berawal pada1993, HM Idris mendirikan Laena Tours & Travel yang bisnis intinya sebagai agen perjalanan untuk pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Ternyata, perusahaan yang ia dirikan itu terus berkembang. Bahkan karena memiliki 11 divisi, perusahaan membuat payung hokum Laena Group, salah satu di antaranya Laena Tours & Travel.

Seturut perjalanan waktu, Laena Tours & Travel pun sudah berganti nakhoda. Kini Laena Tours & Travel dikemudikan oleh Tafsir Laena SE. Sebagai sebuah bisnis, Laena Tours & Travel sudah cukup teruji, seperti berhasil bertahan dan bahkan bertumbuh di saat krisis moneter beberapa tahun lalu. Bahkan Laena Group yang memayungi belasan binis ini pun cikal bakalnya dari Laena Tours & Travel.
Oleh karena itu, Laena Tours &Travel sebagai anak perusahaan tidak ingin disuapi oleh perusahaan induknya, melainkan harus berkembang secara mandiri. Untuk bisabertumbuh di iklim saat ini, Laena Tours & Travel tentu saja melakukan beberapa terobosan, salah satunya adalah mengembangkan keberadaannya sampai ke daerah-daerah dengan memakai pola waralaba.

Laena Tours & Travel, seperti diungkapkan Tafsir, memposisikan diri sebagai center of service. Lantaran positioning tersebut, Laena Tours & Travel selalu memperluas jejaringnya,salah satunya ditempuh dengan pola waralaba. “Maksud dari perluasan jejaring ini adalah agar masyarakat dapat merasakan kemudahan dan kelebihandari Laena Tours & Travel. Ikon kita adalah Laena Tour & Travel sebagai pusat pelayanan travel perjalanan,” tandas Tafsir.
Dengan pengalamannya yang sudah teruji rasanya tidak sulit bagi Laena Tours & Travel untuk berkembang sampai ke daerah-daerah di seluruh Nusantara. Selainkarena pengalamannya, bisnis ini pun masih sangat prospektif. Tengok saja dari data yang ada di Laena.
Tafsir membeberkan bahwa penjualan tiketnya saat ini bisa mencapai 25 ribu lembar. Dan ke depan ia memasang target bisa menjual 100 ribu tiket. Ini sangat dimungkinkan lantaran Laena Tours & Travel didukung TeknologiInformasi (TI), manajemen dan SDM yang ia klaim sangat profesional.

Menurut Tafsir, saat ini ada pemahaman yang salah di dunia travel. Pemahaman yang rancu adalah dalam dunia travel seolah-olah penjualan tiket itu menjadi bagian dari tour sehingga yang dikedepankan hanya tournya saja, sementara ticketing-nya hanya menjadi pendukung saja. Di Laena Tours & Travel, menurut Tafsir, semua berperan aktif dan berjalan sesuai fungsinya. Oleh karena itu semua departemen ditangani secara profesional seperti, Laena Tiket, Umroh Haji, Tour Domestic, Tour Internasional, Hotel Reception, dan Laena MICE.
Sebagian alasan dari orang memilih pola waralaba adalah karena bisnis yang ditawarkan franchisor terbukti menguntungkan. Pertimbangan lainnya, adalah pengalaman bisnis dari franchisor, nama besar, serta peluang pasar masih terbuka. “Laena Tours & Travel terbukti bisa berkembang menjadi besar, pengalamannya lebih dari belasan tahun dan didukung oleh IT, manajemen serta SDM yang sangat profesional,” aku Tafsir.

Lantaran alasan-alasan itulah Tafsir sangat optimistis dunia travel. Pemahaman yang rancu adalah dalam dunia travel seolah-olah penjualan tiket itu menjadi bagian daritour sehingga yang dikedepankan hanya tournya saja, sementara ticketing-nya hanya menjadi pendukung saja. Di Laena Tours & Travel, menurut Tafsir, semua berperan aktif dan berjalan sesuai fungsinya. Oleh karena itu semuadepartemen ditangani secara profesional seperti, Laena Tiket, Umroh Haji, Tour Domestic, Tour Internasional,Hotel Reception, dan Laena MICE.Laena Tours & Travel bisa menggaet banyak mitra. Untuk mengakomodir ketertarikan investor, lanjut Tafsir, Laena Tours & Travel menyediakan dua plihan investasi.
Pertama, gerai standar dengan franchise fee Rp 100 juta.
Kedua, gerai mini dengan franchise fee Rp 50 juta, keduanya untuk masa waktu lima tahun. Sedangkan untuk investasi awal calon terwaralaba menyediakan dana Rp 200 juta (gerai standar) dan Rp 100 juta (gerai mini).

Perincian Biaya Investasi Awal

Gerai Standar Gerai Mini
Set Up Outlet

- Interior dan Eksterior Rp 30 juta Rp 5 juta
- Furniture Rp 5 juta Rp 5 juta
- Signage Rp 40 juta Rp 5 juta
- Set Up Fee Rp 15 juta Rp 5 juta
Equipment
- Computer, printer,modem, fax Rp 35 juta Rp 5 juta
- Training & promotion Rp 10 juta Rp 5 juta
- Other investment Rp 15 juta Rp 10 juta
Modal Kerja
Deposit (Returnable) Rp 40 juta Rp 40 juta
Rp 200 juta Rp 100 juta

source : majalahpengusaha.com

Usaha Batik
Usaha Kecantikan
Jual Motor Second
Kredit motor honda
Kredit Motor Yamaha
Jual mobil second
Info Kredit Mobil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...