Kamis, 06 November 2008

Produksi Kue

Bandung - Lebaran? Ah, tak lengkap rasanya tanpa kue-kue kering. Industri rumah tangga pun tak melewatkan momen sekali dalam setahun ini untuk menggenjot produksi, sekaligus menangguk laba.

Misalnya Ina Cookies, Jalan Bojong Koneng 8, Cikutra. Jika pada hari biasa Inca Cookies hanya mempekerjakan 40 karyawan saja, maka menjelang hari raya jumlah karyawan menjadi berlipat-lipat hingga 335 karyawan. Dan mayoritas pekerja adalah perempuan dari masyarakat sekitar. Mereka umumnya bekerja paruh waktu saja,

Ina Rachmat (45) pemilik Ina Cookies mengatakan tambahan karyawan itu diperlukan mengingat lonjakan permintaan kue kering untuk hari raya terutama agen-agen dari Jakarta. Sekitar 90 persen produk Ina Cookies dikirimkan ke Jakarta. Sementara sisanya dikirim ke Sumatera dan Surabaya.

"Target tahun ini kami memproduksi 21 ribu lusin toples," tutur Ibu tiga anak ini. Jumlah tersebut meningkat dari target tahun sebelumnya yang hanya 13 ribu lusin.

Untuk memenuhi target tersebut operasional kerja pun tidak berhenti dari pagi sampai malam. Dengan sistem shift proses pembuatan kue bisa berlangsung dari pukul 07.00 WIB-01.00 WIB dini hari.

"Dalam satu hari memproduksi 4000 toples kue. Itupun kadang-kadang masih kurang. Bahkan sampai ada agen yang nangis minta dikirimkan kue lagi," ujar Ina yang saat ditemui tengah sibuk menerima permintaan para agen.

Saat ini Ina Cookies memiliki 50 agen besar yang mayoritasnya ada di Jakarta. 50 agen tersebut kemungkinan memiliki sub agen lagi di mana setiap sub agen bisa minta didistribusikan sebanyak 200 lusin. Sistem penjualan pada agen yaitu beli putus.

Biasanya permintaan dari para agen tersebut sudah ada sebelum ramadan tiba. Bahkan, ungkap Ina, untuk lebaran tahun depan saja para agen sudah memesan jumlah lusin yang diinginkan.

"Tapi ada juga yang memesannya dadakan. Padahal saya minta pesan sebelum bulan puasa. Tetap saja ada yang memesan saat bulan puasa," jelasnya. Terkadang permintaan dadakan ini yang membuat ibu tiga anak ini kelabakan.

Untuk target tahun ini sebesar 21 ribu diperkirakan seminggu sebelum hari raya hanya tinggal 300 lusin. Kemudian disisakan untuk hari raya 100 lusin karena permintaan biasanya masih ada sampai akhirnya tidak lagi tersisa.

Jika anda hanya mengenal kue kering dengan nama kastengel atau kue keju, nastar atau kue salju maka di Ina Cookies anda akan menemukan begitu banyak nama kue yang mungkin masih begitu asing.

Bagaimana tidak, untuk nama-nama kuenya, Ina Cookies yang ada di Jalan Bojong Koneng 8, Cikutra ini menciptakan brand image sendiri. Selain kue-kue seperti nastar, kastengels, choco atau chips Ina Cookies menciptakan resep kue sendiri dengan nama sendiri.

"Membuat nama sendiri biar khas. Kalau karangan sendiri akan puas," tutur Ina Rachmat.

Ina pun memilih awalan putri untuk setiap kue hasil kreasinya. Dari sekitar 85 kue resep kuenya nama kue berawalan putri masih sekitar 40-an. Ina bercita-cita nama kue berawalan putri ini bisa mencapai 100 resep.

Dalam penamaannya pun tidak sembarangan, setiap nama ada cerita. Misalnya nama putri pertamanya Adrin jadi nama kue putri Adrin. Putri Voula diambil dari nama putri keduanya Voula. Sedangkan nama putra ketiganya Fakhri dijadikan nama kue putra Fakhri.

"Ada juga kue yang terinspirasi dari mimpi yang disebut putri mimpi. Kue putri Indonesia karena warnanya merah putih, putri malu karena di dalamnya tersembunyi coklat dan kue putri-putri lainnya," jelas Ina.

Kue-kue Ina Cookies di bagi dua, manis dan asin. Kalau manis dibalut coklat sedangkan asin dicampur keju. Campuran kue lainnya seperti kacang mete, corn flakes, cherry, kopi, cokelat, strawberry, raisin dan lain-lain.

Salah satu resep yang sekarang jadi incaran pelanggan adalah putri ta chee yang berbahan baku tahu dan keju. Selain itu ada putri pe chee yang berbahan baku tempe dan keju. Ehm, bagaimana rasanya ya?

Kekhasan dan kualitas rasa setiap kuenya terletak pada roombutter. Sehingga Ina Cookies pun terkenal sebagai roombutter cookies.

Roombutter sejenis margarin tapi memiliki harga yang jauh lebih mahal. Penambahan roombutter dalam kue akan memberikan rasa renyah. "Roombutter itu membuat kue jadi renyah makanya harganya mahal," ucapnya.

Di Ina cookies ada tiga kategori kue yang diklasifikasikan sesuai komposisi roombutternya.

Untuk yang biasa dengan komposisi 50:50 antara margarin dan roombutter harganya Rp 45 ribu. Sedangkan untuk yang spesial dengan komposisi roombutter lebih dari 50 persen harganya Rp 55 ribu. Untuk yang super spesial atau gold dengan komposisi keseluruhan adalah room butter harganya Rp 90 ribu.

Di Bandung Ina Cookies bisa didapatkan di outlet-outlet resminya di Jalan Martadinata, BSM dan Istana Plaza. Ke depannya selain kue kering, Ina Cookies akan membuat terobosan dalam kue basah. Kita tunggu saja.

(ema/qom)

Source : Detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...